Senin, 14 Oktober 2019

Karakteristik HHBK dan Cara Manfaat Ekonominya

Tugas Penilaian Hutan                                                                                     Medan, 14 Oktober  2019
Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)

Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Disusun Oleh :
Nofi Prawina Simbolon
171201113
MNH 5




            
            

 




PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2019


Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Gelam atau Kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih (cajuput oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya. Namanya diambil dari warna batangnya yang memang putih. Tumbuhan ini terutama tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara, namun demikian dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang jelas. Minyak kayu putih mudah menguap. Pada hari yang panas orang yang berdekatan dengan pohon ini akan dapat membauinya dari jarak yang cukup jauh. Sebagai tumbuhan industri, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri). Perhutani memiliki beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya. Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain (seperti minyak telon) atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain.
Klasifikasi dan Morfologi Tumbuhan  Kayu Putih (Melaleuca leucadendra). Kayu putih atau gelam merupakan pohon anggota suku jambu-jambuan (Mytaceae) ayng dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih. Minyak tersebut diekstrak, terutamanya pada bagian daun, dan rantingnya.

 

Tumbuhan kayu putih memiliki nama latin Melaleuca leucadendra dengan ordo Myrtales, yang merupakan tanaman yang tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara. Minyak kayu putih biasanya juga digunakan sebagai bahan campuran parfum, produk rumah tanggah dan industri di bidang pengobatan.
Klasifikasi Tumbuhan Kayu Putih
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Melaleuca
Spesies: Melaleuca leucadendra
Tanaman kayu putih (Melalauca leucadendron Linn.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia. Tanaman kayu putih merupakan salah satu tanaman penghasil produk hasil hutan bukan kayu yang memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan. Potensi tanaman kayu putih di Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali dan Papua yang berupa hutan alam kayu putih. Sedangkan yang berada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat berupa hutan tanaman kayu putih. Di Pulau Jawa sendiri kayu putih memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, dilihat dari adanya pabrik-pabrik pengolahan daun kayu putih milik Perum Perhutani yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan dari tanaman kayu putih adalah minyak kayu putih yang diperoleh dari hasil penyulingan daun kayu putih. Pabrik kayu putih di Pulau Jawa memiliki kapasitas terpasang pabrik sebesar 53.760 ton per tahun untuk daun kayu putihdan total produksi tahunan minyak kayu putih yang dihasilkan di Pulau Jawa sebesar 300 ton.
Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan atau farmasi sehingga minyak kayu putih menjadi produk yang banyak dicari. Kebutuhan minyak kayu putih saat ini semakin meningkat dengan semakin berkembangnya variasi dari pemanfaatan minyak kayu putih. Suplai tahunan minyak kayu putih yang dibutuhkan Indonesia sebesar 1500 ton sedangkan Indonesia sendiri hanya mampu menyuplai sebesar 400 ton dan kekurangannya dipenuhi dengan impor minyak ekaliptus dari Negara Cina. Produksi minyak kayu putih di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami penurunan berdasarkan data dari direktorat jenderal bina produksi kehutanan.  Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi produksi minyak kayu putih, dan salah satunya adalah teknik penyulingan. Berdasarkan data dari berbagai pabrik kayu putih yang ada di Indramayu, Gundih, Paliyan-Gunung Kidul dan Ponorogo menunjukkan bahwa rendemen berkisar antara 0,60 – 1,00 sedangkan kadar 1,8-cineol nya berkisar antara 55-65%. Dari paparan di atas belum dapat diketahui secara pasti teknik distilasi yang paling tepat guna menghasilkan rendemen minyak kayu putih tertinggi, dan juga bagaimana sifat kimia dan sifat fisika yang terkandung di dalam minyak kayu putih hasil distilasi tersebut. Selain itu fraksinasi atau isolasi senyawa 1,8-sineol juga belum dilakukan oleh para pengusaha minyak kayu putih, padahal isolasi ini penting dilakukan guna pemanfaatan senyawa 1,8-sineol ini lebih lanjut.

1.      Morfologi Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
·         Batang
Batang memiliki ketinggian berkisar 10-20 m, kulit batang berlapis-lapis, berwarna putuh keabu-abuan dengan permukaan tidak beraturan dan kasar. Batang pohon tidak terlalu besar dan memiliki percabangan sedikit.
·         Daun
Daun tumbuhan kayu putih adalah daun tunggal, bertangkai pendek, helaian daun berbentuk lonjong atau lanset, panjang 4,5 cm sampai 15 cm, lebar 0,75 cm sampai 4 cm, ujung dan pangkalnya rucing, tepi rata, tulang daun sejajar. Permukaan berbulu, berwarna hijau muda sampai tua, daun jika di remas akan berbau minyak kayu putih.
·         Bunga
Bunga tumbuhan kayu putih adalah bunga majemuk berbentuk bulir, bunga berbentuk seperti lonceng, daun mahkota berwarna putih, kepala putik berwarna kekuningan, dan akan tampak atau muncul di pangkal ujung percabangan daun.
·         Buah
Buah tumbuhan kayu putih dikenal dengan buah gelam (micro bolong), berbentuk bulat kecil, dibagian tengah terdapat lubang kecil dan antena kecil, buah berwarna hijau muda hinga hijau  kecoklatan. Buah ini muncul secara bergerombol dalam satu tangkai memanjang, dengan jumlah 20-30 buah.
2.      Manfaat Ekonomi Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Sebagai tumbuhan industri, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri. Perhutani memiliki beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya. Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain (seperti minyak telon) atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain. Minyak kayu putih merupakan salah satu produk kehutanan yang telah dikenal luas oleh masyarakat. Minyak atsiri hasil destilasi atau penyulingan daun kayu putih (Melaleuca leucadendron Linn.) ini memiliki bau dan khasiat yang khas, sehingga banyak dipakai sebagai kelengkapan kasih sayang ibu terhadap anaknya, terutama ketika masih bayi.
Ciri-ciri bahan minyak kayu putih yang bagus diantaranya pohon kayu putih yang berdaun lebat dan tua. Disamping itu musim kering juga sangat berpengaruh, semakin kering kandungan minyaknya semakin banyak. Selain menghasilkan minyak kayu putih, batang dan daun yang telah dimasak dikeringkan lagi untuk digunakan menjadi bahan bakar. Batang kayu putih sebagai bahan bakar tungku penyulingan, sedang daun yang telah kering digunakan untuk masak sajeng (nira). Karena dapat tumbuh di daerah yang tandus, maka penanaman kayu putih selain untuk mendapatkan minyaknya, dapat juga digunakan untuk mencegah erosi pada tanah yang gundul. Selain itu, tanaman kayu putih mampu mempercepat pemulihan hutan sekunder dari kebakaran maupun dari pengembalaan liar yang berpindah-pindah. In di karenakan tanaman kayu putih mampu bertahan pada areal yang memiliki suhu yang sangat tinggi termasuk bijinya yang dapat bertahan saat terjadi kebakaran hutan.
Secara ekologi, tanaman kayu putih merupakan tanaman yang mempunyai perakaran dalam sehingga mempercepat daur ulang unsure-unsur hara dari serasahnya. Manfaat ekologi yang lain juga adalah dengan pengurangan aliran air permukaan, pencucian unsur hara dan erosi tanah melalui efek rintangan yang dihasilkan oleh akar-akar dan batang pohin pada proses tersebut juga Perbaikan struktur tanah melalui penambahan bahan organik secara tetap dari daun- daun yang terkomposisi. Lain halnya dengan aspek ekonomi, banyak orang mengakui bahwa nilai ekonomis kayu putih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kayu jati yang dihasilkan PT Perhutani. Namun demikian, proses produksi tersebut berdampak luas secara sosial. Secara ekonomi tanaman kayu putih memang lebih rendah nilainya ketimbang kayu jati. Tapi, usaha minyak kayu putih mampu menyerap ribuan tenaga kerja sehingga memiliki dampak positif yang sangat besar dari kegiatan tersebut.
Dari usaha minyak kayu putih memiliki nilai yang dihasilkan dalam setengah bulan sekitar 200 hingga 300 kilogram dengan harga jual kisaran Rp 100 ribu per kilogram. Banyak sedikitnya hasil penyulingan tergantung bagus tidaknya bahan baku. Dengan demikian diprlukan tinjauan yang kebih mendalam mengenai usaha yang dikembangkan dari tanaman kayu putih ini. Karena selain daunnya yang di manfaatkan. Batang dan pohonnya memiliki nilai ekonomi seperti menjadikannya kayu baker yang di gunakan untuk biaya produksi minyak kayu putih itu sendiri. Dalam usaha pemerintah mengembangkan sector hasil hutan bukan kayu, maka usaha yang meliputi pengembangan produksi kayu putih perlu di tijau ulang. Sehingga dapat di temukan solusi cerdas yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang menggeluti bidang ini. Dari beberapa hasil penelitian, membuktikan bahwa masyarakat mengalami hambatan dalam permodalan usaha ini. Peran pemerintah untuk membantu kinerja usaha yang sengaja di kembangkan tersebut diperlukan campurtangan pemerintah yang lebih positif ketimbang memberdayakan mereka tanpa tujuan yang jelas.
            Adapun manfaat kayu putih yang lain adalah sebagai berikut:
1.      Meredakan hidung tersumbat
Salah satu manfaat dari minyak kayu putih adalah meredakan hidung tersumbat. Cajuput yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih mengandung senyawa yang bersifat dekongestan. Senyawa ini dapat melegakan tenggorokan dan hidung yang tersumbat.Selain itu, minyak yang berasal dari tumbuhan asal Asia Tenggara ini juga membantu meringankan gejala beberapa penyakit, seperti bronkitis, laringitis, dan gangguan saluran pernapasan lainnya. 
2.      Membantu mengatasi infeksi kulit
Kandungan zat cineole pada minyak kayu putih ternyata bermanfaat untuk mengatasi infeksi di kulit Anda. Jika Anda mengoleskannya di kulit, cineole pada minyak kayu putih juga menimbulkan rasa hangat dan mengurangi rasa sakit pada permukaan kulit. Selain memberikan efek hangat, manfaat minyak kayu putih juga bisa Anda gunakan untuk melembutkan dan mencerahkan kulit. Akan tetapi, sebelum menggunakannya secara rutin, konsultasikan kepada dokter agar mengetahui apakah kayu putih cocok dengan kulit Anda.
3.      Mengurangi ketombe 
Beberapa minyak esensial yang bisa digunakan untuk melawan jamur penyebab ketombe. Jamur Malassezia furfur adalah jamur yang menyerang kulit manusia dan bisa mengakibatkan masalah kulit, seperti ketombe atau panu. Penelitian tersebut menyebutkan, campuran minyak esensial, seperti kayu putih dan atsiri terbukti dapat melawan jamur Malassezia di kepala. Dengan begitu, produksi kulit ketombe di kepa dapat dikurangi. Meski begitu, masih dibutuhkan lebih lanjut untuk mengetahui manfaat minyak kayu putih dalam melawan jamur Malassezia.
4.      Meringankan kram otot
Kontraksi otot yang datang secara tiba-tiba tentu menimbulkan rasa sakit yang sangat tajam dan cukup mengganggu aktivitas harian Anda. Kondisi yang lebih sering disebut sebagai kram otot ini bisa terjadi akibat dehidrasi, otot digunakan secara berlebihan, atau kurangnya kadar elektrolit darah. Minyak kayu putih juga diketahui memiliki manfaat untuk meredakan kram otot. Hal ini dikarenakan sifat analgesik pada tumbuhan kayu putih yang sudah mengalami penyulingan.
5.      Mengatasi gigitan serangga
Hampir sama dengan minyak eukaliptus, kayu putih juga dapat Anda gunakan sebagai obat untuk mengatasi gigitan nyamuk dan serangga. Aroma kayu putih mampu menjauhkan serangga dari diri Anda. Sifat anti peradangan pada kayu putih juga dapat membantu Anda mencegah gatal akibat serangga dan munculnya ruam pada kulit.
Minyak kayu putih diproduksi dari daun tumbuhan Melaleuca leucadendra dengan kandungan terbesarnya adalah eucalyptol (cineole). Hasil penelitian tentang khasiat cineole menjelaskan bahwa cineole memberikan efek mukolitik (mengencerkan dahak), bronchodilating (melegakan pernafasan), anti inflamasi dan menurunkan rata-rata eksaserbasi kasus paru obstruktif kronis dengan baik seperti pada kasus pasien dengan asma dan rhinosinusitis. Selain itu efek penggunaan eucalyptus untuk terapi bronkhitis akut terukur dengan baik setelah penggunaan terapi selama empat hari.
Minyak kayu putih telah digunakan sejak lama karena mempunyai sifat antiseptik dan antibakteri. Minyak ini sering digunakan sebagai obat rumah untuk pilek, infeksi sinus, hidung tersumbat, flu dan masalah pernapasan. Menerapkan beberapa tetes minyak kayu putih di sapu tangan juga merupakan praktik umum. Masih banyak jutaan khasiat minyak kayu putih dalam kehidupan. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir healthmeup.
·         Minyak kayu putih adalah salah satu minyak esensial yang memegang kepentingan besar dalam bidang aroma terapi. Minyak ini memiliki sifat anti-bakteri dan anti-mikroba yang sangat baik sehingga sering digunakan dalam sabun, deodoran, lotion, parfum dan produk kebersihan lainnya.
·         Bagi Anda yang suka menerapkan henna ke tangan Anda, tambahkan sedikit minyak kayu putih ke campuran henna. Hal ini akan memberi warna henna di tangan lebih terang.
·         Minyak kayu putih dapat digunakan untuk mengobati masalah kulit, memar dan gangguan kulit.
·         Minyak kayu putih juga bermanfaat dalam kasus sakit gigi, karena itu adalah minyak ini adalah bahan yang umum dalam produk perawatan gigi seperti pasta gigi, obat kumur, dll.
·         Campuran beberapa tetes minyak kayu putih di dalam air mandi anjing peliharaan Anda dapat melindungi anjing Anda dari kutu dan parasit lainnya.
·         Mencampur sedikit minyak kayu putih dengan minyak lain untuk pijat memiliki efek yang sangat menenangkan pada tubuh dan pikiran. Sebab sifatnya membantu menghilangkan pikiran yang lelah, badan pegal, dan nyeri otot.
·         Minyak kayu putih adalah stimulan yang sangat baik dan membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah dengan meningkatkan aktivitas jantung.
·         Minyak kayu putih juga digunakan sebagai penyedap dalam produk-produk makanan tertentu seperti kembang gula atau makanan yang dipanggang.
·         Saat berkemah jangan lupa untuk membawa sebotol minyak kayu putih karena sangat efektif terhadap gigitan serangga, sengatan dan ruam kulit. Minyak tersebut juga baik untuk mengusir nyamuk
·         Desinfektan. Minyak kayu putih bila dicampurkan dengan air dapat menghasilkan desinfektan rumah tangga yang efektif dan mudah dibuat.
·         Sebagai obat batuk. Campurkan beberapa tetes minyak kayu putih dalam segelas air hangat dan gunakan untuk berkumur. Ini akan mengurangi rasa sakit dan tenggorokan Anda akan merasa jauh lebih baik.
·         Minyak kayu putih membantu dalam mengendalikan kadar gula darah. 
DAFTAR PUSTAKA
Agustina. 2017. Pemanfaatan Minyak Kayu Putih (Melaleuca leucadendra Linn) sebagai Alternatif Pencegahan ISPA: Studi Etnografi di Pulau Buru. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 7(2): 120-126.

Batubara dkk. 2016. Sineol dalam Minyak Kayu Putih sebagai Pelangsing Aromaterapi. Jurnal Jamu Indonesia. 1(3): 12-17.

Helfiansiah. 2012. Isolasi, Identifikasi Dan Pemurnian Senyawa 1,8 Sineol Minyak Kayu Putih (Malaleuca Leucadendron). Jurnal Sistem Mesin. 1(1): 19-24.










13 komentar:

  1. Makasih infonya
    Sangat bermanfaat

    BalasHapus
  2. Informasi yang diberikan sudah cukup bermanfaat bagi pembaca,, akan tetapi dalam penulisan nama latin lebih di perhatikan lagi,, selain itu tampilan blog nya sebaiknya dibuat lebih menarik lagi

    Terimakasih 😊😊
    Salam rimba!!

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas infonya kak.
    Saran: tolong tampilan blog lebih diperbaiki lg y kak

    BalasHapus
  4. Sungsuh bermamfaat sekali saya jadi tau mamfaat kayu putih

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. aku pengguna setia minyak kayu putih
    ternyata manfaatnya banyak ya

    BalasHapus
  7. Bagus dan bermanfaat, jadi tau banyak ttg kayu putih

    BalasHapus
  8. Makasih buat infonya yah min, sangat bermanfaat

    BalasHapus

Karakteristik HHBK dan Cara Manfaat Ekonominya

Tugas Penilaian Hutan                                                                                          Medan, 14 Oktober   2019 K...