Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Disusun
Oleh :
Nofi Prawina Simbolon
171201113
MNH 5
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2019
2019
Kayu Putih (Melaleuca
leucadendra)
Gelam atau Kayu putih (Melaleuca
leucadendra syn. M. leucadendron) merupakan pohon anggota suku
jambu-jambuan (Myrtaceae) yang dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu
putih (cajuput oil). Minyak diekstrak (biasanya disuling dengan uap) terutama dari daun dan rantingnya. Namanya
diambil dari warna batangnya yang memang putih. Tumbuhan ini terutama tumbuh
baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian
utara, namun demikian dapat pula diusahakan di daerah-daerah lain yang memiliki musim kemarau yang
jelas. Minyak kayu putih mudah menguap. Pada hari yang panas orang yang
berdekatan dengan pohon ini akan dapat membauinya dari jarak yang cukup jauh. Sebagai
tumbuhan industri, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha (agroforestri). Perhutani memiliki
beberapa hutan kayu putih untuk memproduksinya. Minyak kayu putih yang diambil
dari penyulingan biasa dipakai sebagai minyak balur atau campuran minyak
pengobatan lain (seperti minyak telon)
atau campuran parfum serta
produk rumah tangga lain.
Klasifikasi dan Morfologi
Tumbuhan Kayu Putih (Melaleuca leucadendra). Kayu putih atau gelam merupakan pohon anggota suku
jambu-jambuan (Mytaceae) ayng dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih.
Minyak tersebut diekstrak, terutamanya pada bagian daun, dan rantingnya.
![]() |
Tumbuhan
kayu putih memiliki nama latin Melaleuca leucadendra dengan
ordo Myrtales, yang merupakan
tanaman yang tumbuh baik di Indonesia bagian timur dan Australia bagian utara.
Minyak kayu putih biasanya juga digunakan sebagai bahan campuran parfum, produk
rumah tanggah dan industri di bidang pengobatan.
Klasifikasi Tumbuhan Kayu Putih
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Myrtales
Famili: Myrtaceae
Genus: Melaleuca
Spesies: Melaleuca
leucadendra
Tanaman kayu putih
(Melalauca leucadendron Linn.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak
atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia. Tanaman kayu
putih merupakan salah satu tanaman penghasil produk hasil hutan bukan kayu yang
memiliki prospek cukup baik untuk dikembangkan. Potensi tanaman kayu putih di
Indonesia cukup besar mulai dari daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi
Tenggara, Bali dan Papua yang berupa hutan alam kayu putih. Sedangkan yang
berada di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat berupa hutan tanaman kayu
putih. Di Pulau Jawa sendiri kayu putih memiliki potensi yang cukup besar untuk
dikembangkan, dilihat dari adanya pabrik-pabrik pengolahan daun kayu putih
milik Perum Perhutani yang cukup banyak di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan
Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan dari tanaman kayu putih adalah minyak
kayu putih yang diperoleh dari hasil penyulingan daun kayu putih. Pabrik kayu
putih di Pulau Jawa memiliki kapasitas terpasang pabrik sebesar 53.760 ton per
tahun untuk daun kayu putihdan total produksi tahunan minyak kayu putih yang
dihasilkan di Pulau Jawa sebesar 300 ton.
Minyak kayu putih merupakan salah satu jenis
minyak atsiri yang banyak digunakan untuk bahan berbagai produk kesehatan atau
farmasi sehingga minyak kayu putih menjadi produk yang banyak dicari. Kebutuhan
minyak kayu putih saat ini semakin meningkat dengan semakin berkembangnya
variasi dari pemanfaatan minyak kayu putih. Suplai tahunan minyak kayu putih
yang dibutuhkan Indonesia sebesar 1500 ton sedangkan Indonesia sendiri hanya mampu
menyuplai sebesar 400 ton dan kekurangannya dipenuhi dengan impor minyak
ekaliptus dari Negara Cina. Produksi minyak kayu putih di Indonesia mengalami
fluktuasi dan cenderung mengalami penurunan berdasarkan data dari direktorat
jenderal bina produksi kehutanan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi
produksi minyak kayu putih, dan salah satunya adalah teknik penyulingan. Berdasarkan
data dari berbagai pabrik kayu putih yang ada di Indramayu, Gundih,
Paliyan-Gunung Kidul dan Ponorogo menunjukkan bahwa rendemen berkisar antara
0,60 – 1,00 sedangkan kadar 1,8-cineol nya berkisar antara 55-65%. Dari paparan
di atas belum dapat diketahui secara pasti teknik distilasi yang paling tepat
guna menghasilkan rendemen minyak kayu putih tertinggi, dan juga bagaimana
sifat kimia dan sifat fisika yang terkandung di dalam minyak kayu putih hasil
distilasi tersebut. Selain itu fraksinasi atau isolasi senyawa 1,8-sineol juga
belum dilakukan oleh para pengusaha minyak kayu putih, padahal isolasi ini
penting dilakukan guna pemanfaatan senyawa 1,8-sineol ini lebih lanjut.
1. Morfologi Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
·
Batang
Batang memiliki ketinggian berkisar 10-20 m,
kulit batang berlapis-lapis, berwarna putuh keabu-abuan dengan permukaan tidak
beraturan dan kasar. Batang pohon tidak terlalu besar dan memiliki percabangan
sedikit.
·
Daun
Daun
tumbuhan kayu putih adalah daun tunggal, bertangkai pendek, helaian daun
berbentuk lonjong atau lanset, panjang 4,5 cm sampai 15 cm, lebar 0,75 cm
sampai 4 cm, ujung dan pangkalnya rucing, tepi rata, tulang daun sejajar.
Permukaan berbulu, berwarna hijau muda sampai tua, daun jika di remas akan
berbau minyak kayu putih.
·
Bunga
Bunga
tumbuhan kayu putih adalah bunga majemuk berbentuk bulir, bunga berbentuk
seperti lonceng, daun mahkota berwarna putih, kepala putik berwarna kekuningan,
dan akan tampak atau muncul di pangkal ujung percabangan daun.
·
Buah
Buah tumbuhan kayu putih dikenal dengan buah
gelam (micro bolong), berbentuk bulat kecil, dibagian tengah terdapat lubang
kecil dan antena kecil, buah berwarna hijau muda hinga hijau kecoklatan.
Buah ini muncul secara bergerombol dalam satu tangkai memanjang, dengan jumlah
20-30 buah.
2.
Manfaat Ekonomi Kayu Putih (Melaleuca leucadendra)
Sebagai
tumbuhan industri, kayu putih dapat diusahakan dalam bentuk hutan usaha
(agroforestri. Perhutani memiliki beberapa hutan kayu putih untuk
memproduksinya. Minyak kayu putih yang diambil dari penyulingan biasa dipakai
sebagai minyak balur atau campuran minyak pengobatan lain (seperti minyak
telon) atau campuran parfum serta produk rumah tangga lain. Minyak kayu putih
merupakan salah satu produk kehutanan yang telah dikenal luas oleh masyarakat.
Minyak atsiri hasil destilasi atau penyulingan daun kayu putih (Melaleuca
leucadendron Linn.) ini memiliki bau dan khasiat yang khas, sehingga banyak
dipakai sebagai kelengkapan kasih sayang ibu terhadap anaknya, terutama ketika
masih bayi.
Ciri-ciri
bahan minyak kayu putih yang bagus diantaranya pohon kayu putih yang berdaun
lebat dan tua. Disamping itu musim kering juga sangat berpengaruh, semakin
kering kandungan minyaknya semakin banyak. Selain menghasilkan minyak kayu
putih, batang dan daun yang telah dimasak dikeringkan lagi untuk digunakan
menjadi bahan bakar. Batang kayu putih sebagai bahan bakar tungku penyulingan,
sedang daun yang telah kering digunakan untuk masak sajeng (nira). Karena dapat
tumbuh di daerah yang tandus, maka penanaman kayu putih selain untuk
mendapatkan minyaknya, dapat juga digunakan untuk mencegah erosi pada tanah
yang gundul. Selain itu, tanaman kayu putih mampu mempercepat pemulihan hutan
sekunder dari kebakaran maupun dari pengembalaan liar yang berpindah-pindah. In
di karenakan tanaman kayu putih mampu bertahan pada areal yang memiliki suhu
yang sangat tinggi termasuk bijinya yang dapat bertahan saat terjadi kebakaran
hutan.
Secara
ekologi, tanaman kayu putih merupakan tanaman yang mempunyai perakaran dalam
sehingga mempercepat daur ulang unsure-unsur hara dari serasahnya. Manfaat
ekologi yang lain juga adalah dengan pengurangan aliran air permukaan,
pencucian unsur hara dan erosi tanah melalui efek rintangan yang dihasilkan
oleh akar-akar dan batang pohin pada proses tersebut juga Perbaikan struktur
tanah melalui penambahan bahan organik secara tetap dari daun- daun yang
terkomposisi. Lain halnya dengan aspek ekonomi, banyak orang mengakui bahwa
nilai ekonomis kayu putih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kayu jati yang
dihasilkan PT Perhutani. Namun demikian, proses produksi tersebut berdampak
luas secara sosial. Secara ekonomi tanaman kayu putih memang lebih rendah
nilainya ketimbang kayu jati. Tapi, usaha minyak kayu putih mampu menyerap
ribuan tenaga kerja sehingga memiliki dampak positif yang sangat besar dari
kegiatan tersebut.
Dari
usaha minyak kayu putih memiliki nilai yang dihasilkan dalam setengah bulan
sekitar 200 hingga 300 kilogram dengan harga jual kisaran Rp 100 ribu per
kilogram. Banyak sedikitnya hasil penyulingan tergantung bagus tidaknya bahan
baku. Dengan demikian diprlukan tinjauan yang kebih mendalam mengenai usaha
yang dikembangkan dari tanaman kayu putih ini. Karena selain daunnya yang di
manfaatkan. Batang dan pohonnya memiliki nilai ekonomi seperti menjadikannya
kayu baker yang di gunakan untuk biaya produksi minyak kayu putih itu sendiri. Dalam
usaha pemerintah mengembangkan sector hasil hutan bukan kayu, maka usaha yang
meliputi pengembangan produksi kayu putih perlu di tijau ulang. Sehingga dapat
di temukan solusi cerdas yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang
menggeluti bidang ini. Dari beberapa hasil penelitian, membuktikan bahwa
masyarakat mengalami hambatan dalam permodalan usaha ini. Peran pemerintah
untuk membantu kinerja usaha yang sengaja di kembangkan tersebut diperlukan
campurtangan pemerintah yang lebih positif ketimbang memberdayakan mereka tanpa
tujuan yang jelas.
Adapun manfaat kayu putih
yang lain adalah sebagai berikut:
1.
Meredakan hidung
tersumbat
Salah
satu manfaat dari minyak kayu putih adalah meredakan hidung tersumbat. Cajuput
yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak kayu putih mengandung
senyawa yang bersifat dekongestan. Senyawa ini dapat melegakan tenggorokan dan
hidung yang tersumbat.Selain itu, minyak yang berasal dari tumbuhan asal
Asia Tenggara ini juga membantu meringankan gejala beberapa penyakit, seperti
bronkitis, laringitis, dan gangguan saluran pernapasan lainnya.
2. Membantu mengatasi infeksi kulit
Kandungan
zat cineole pada minyak kayu putih ternyata bermanfaat untuk mengatasi infeksi
di kulit Anda. Jika Anda mengoleskannya di kulit, cineole pada minyak kayu
putih juga menimbulkan rasa hangat dan mengurangi rasa sakit pada permukaan
kulit. Selain memberikan efek hangat, manfaat minyak kayu putih juga bisa Anda
gunakan untuk melembutkan dan mencerahkan kulit. Akan tetapi, sebelum
menggunakannya secara rutin, konsultasikan kepada dokter agar mengetahui apakah
kayu putih cocok dengan kulit Anda.
3. Mengurangi ketombe
Beberapa minyak esensial
yang bisa digunakan untuk melawan jamur penyebab ketombe. Jamur Malassezia
furfur adalah jamur yang menyerang kulit manusia dan bisa mengakibatkan masalah
kulit, seperti ketombe atau panu. Penelitian tersebut menyebutkan, campuran
minyak esensial, seperti kayu putih dan atsiri terbukti dapat melawan jamur
Malassezia di kepala. Dengan begitu, produksi kulit ketombe di kepa dapat
dikurangi. Meski
begitu, masih dibutuhkan lebih lanjut untuk mengetahui manfaat minyak kayu
putih dalam melawan jamur Malassezia.
4.
Meringankan
kram otot
Kontraksi otot yang datang secara tiba-tiba tentu
menimbulkan rasa sakit yang sangat tajam dan cukup mengganggu aktivitas harian
Anda. Kondisi yang lebih sering disebut sebagai kram otot ini bisa terjadi
akibat dehidrasi, otot digunakan secara berlebihan, atau kurangnya kadar
elektrolit darah. Minyak kayu putih juga diketahui memiliki manfaat untuk
meredakan kram otot. Hal ini dikarenakan sifat analgesik pada tumbuhan kayu
putih yang sudah mengalami penyulingan.
5. Mengatasi gigitan serangga
Hampir sama dengan minyak eukaliptus, kayu putih juga
dapat Anda gunakan sebagai obat untuk mengatasi gigitan nyamuk dan serangga. Aroma
kayu putih mampu menjauhkan serangga dari diri Anda. Sifat anti peradangan pada
kayu putih juga dapat membantu Anda mencegah gatal akibat serangga dan
munculnya ruam pada kulit.
Minyak
kayu putih diproduksi dari daun tumbuhan Melaleuca leucadendra dengan kandungan
terbesarnya adalah eucalyptol (cineole). Hasil penelitian tentang khasiat
cineole menjelaskan bahwa cineole memberikan efek mukolitik (mengencerkan
dahak), bronchodilating (melegakan pernafasan), anti inflamasi dan menurunkan
rata-rata eksaserbasi kasus paru obstruktif kronis dengan baik seperti pada
kasus pasien dengan asma dan rhinosinusitis. Selain itu efek penggunaan
eucalyptus untuk terapi bronkhitis akut terukur dengan baik setelah penggunaan
terapi selama empat hari.
Minyak kayu
putih telah digunakan sejak lama karena mempunyai sifat antiseptik dan
antibakteri. Minyak ini sering digunakan sebagai obat rumah untuk pilek,
infeksi sinus, hidung tersumbat,
flu dan masalah pernapasan. Menerapkan beberapa tetes minyak kayu putih di sapu
tangan juga merupakan praktik umum. Masih banyak jutaan khasiat minyak kayu
putih dalam kehidupan. Berikut ulasan selengkapnya seperti dilansir healthmeup.
·
Minyak kayu putih adalah salah satu minyak esensial
yang memegang kepentingan besar dalam bidang aroma terapi. Minyak ini memiliki
sifat anti-bakteri dan anti-mikroba yang sangat baik sehingga sering digunakan
dalam sabun, deodoran, lotion, parfum dan produk kebersihan lainnya.
·
Bagi Anda yang suka menerapkan henna ke tangan Anda,
tambahkan sedikit minyak kayu putih ke campuran henna. Hal ini akan memberi
warna henna di tangan lebih terang.
·
Minyak kayu putih dapat digunakan untuk mengobati
masalah kulit, memar dan gangguan kulit.
·
Minyak kayu putih juga bermanfaat dalam kasus
sakit gigi,
karena itu adalah minyak ini adalah bahan yang umum dalam produk perawatan gigi
seperti pasta gigi, obat kumur, dll.
·
Campuran beberapa tetes minyak kayu putih di dalam air
mandi anjing peliharaan Anda dapat melindungi anjing Anda dari kutu dan parasit
lainnya.
·
Mencampur sedikit minyak kayu putih dengan minyak lain
untuk pijat memiliki efek yang sangat menenangkan pada tubuh dan pikiran. Sebab
sifatnya membantu menghilangkan pikiran yang lelah, badan pegal,
dan nyeri otot.
·
Minyak kayu putih adalah stimulan yang sangat baik dan
membantu dalam meningkatkan sirkulasi darah dengan meningkatkan aktivitas
jantung.
·
Minyak kayu putih juga digunakan sebagai penyedap
dalam produk-produk makanan tertentu seperti kembang gula atau makanan yang
dipanggang.
·
Saat berkemah jangan lupa untuk membawa sebotol minyak
kayu putih karena sangat efektif terhadap gigitan serangga, sengatan dan ruam
kulit. Minyak tersebut juga baik untuk mengusir nyamuk
·
Desinfektan. Minyak kayu putih bila dicampurkan dengan
air dapat menghasilkan desinfektan rumah tangga yang efektif dan mudah dibuat.
·
Sebagai obat batuk. Campurkan beberapa tetes minyak kayu
putih dalam segelas air hangat dan gunakan untuk berkumur. Ini akan mengurangi
rasa sakit dan tenggorokan Anda
akan merasa jauh lebih baik.
·
Minyak kayu putih membantu dalam mengendalikan kadar
gula darah.
DAFTAR
PUSTAKA
Agustina.
2017. Pemanfaatan Minyak Kayu Putih (Melaleuca
leucadendra Linn) sebagai Alternatif Pencegahan ISPA: Studi Etnografi di
Pulau Buru. Jurnal Kefarmasian Indonesia. 7(2): 120-126.
Batubara
dkk. 2016. Sineol
dalam Minyak Kayu Putih sebagai Pelangsing Aromaterapi. Jurnal Jamu Indonesia. 1(3): 12-17.
Helfiansiah.
2012. Isolasi,
Identifikasi Dan Pemurnian Senyawa 1,8 Sineol Minyak Kayu Putih (Malaleuca Leucadendron). Jurnal Sistem Mesin. 1(1): 19-24.


